JATENGINSIGHT.COM– Kabiro SDM Kemenag RI Wawan Djunaedi memberikan pembinaan kepada para ASN yang diwakili oleh Kasubbag dan analis kepegawaian dari seluruh wilayah Jawa Tengah. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kemampuan teknologi dan kepekaan sosial dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara.
Saat ini hampir seluruh sistem kerja di Kementerian Agama telah bertransformasi secara digital, termasuk melalui aplikasi Pusaka yang menjadi platform terintegrasi.
“Sekarang semuanya serba digital. Dalam aplikasi Pusaka sudah ada fitur penyuratan, presensi, hingga berbagai informasi kepegawaian yang terstruktur. Dengan sistem ini, kita harapkan tidak ada lagi manipulasi maupun kecurangan dalam tata kelola ASN,” jelasnya.
Selain itu, Wawan juga menyoroti pentingnya aspek high touch atau empati sosial, terutama dalam konteks pendidikan. Ia menyinggung maraknya kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah dan madrasah yang dapat berdampak serius pada kondisi psikologis anak.
“Kasus bullying bisa meninggalkan luka psikis yang mendalam. Karena itu, saya berharap Kemenag di Jawa Tengah dapat sesekali memberikan bantuan CCTV ke madrasah agar guru bisa memantau aktivitas siswa di dalam kelas. Jangan sampai ada bullying di madrasah kita,” pesannya.
Kegiatan Sinergi Membangun Talenta ASN Unggul dalam Mendorong Inovasi dan Pengembangan Organisasi, pada Kamis (9/10/2025) bertempat di Auditorium Majeng ini, menjadi bagian dari komitmen Kanwil Kemenag Jateng untuk mencetak ASN yang profesional dan berkarakter, sekaligus memperkuat budaya kerja yang bersih, transparan, serta humanis.
