JATENGINSIGHT.COM – Kekuasaan dapat memperdaya siapa pun yang tidak kuat. Sekali memasukinya, begitu mudah untuk tersesat. Namun kekuasaan juga tetap merupakan alat. Baik buruknya, ditentukan oleh kualitas niat.
Di bukunya Power Shit, futurolog Alvin Toffler mengingatkan tentang tiga bentuk kekuasaan yang terus ada di segala jaman.
Di level yang paling primitif, kekuasaan diperoleh lewat kekuatan otot (muscle). Mengancam keselamatan orang lain menjadi senjata ampuh untuk berkuasa.
Satu tingkat di atasnya, adalah kekuasaan lewat uang (money). Dengan kekuatan uang, segala sesuatu dapat diatur untuk melanggengkan kekuasaan. Makanya, di sini kita akrab dengan sebuah frasa: “Wani Piro?”
Terakhir, di level teratas, kekuasaan yang bersandarkan pada ilmu pengetahuan (knowledge).
Di antara ketiganya, Muscle, money and knowledge, ilmu pengetahuanlah yang paling demokratis untuk digunakan menuju kekuasaan. Dengan ilmu pengetahuan, maka kekuasaan diperoleh dan dipertahankan—tanpa menebar rasa takut dan menghambur-hamburkan uang.
Dalam dunia bisnis, ambisi berkuasa dalam persaingan—juga tidak terhindari. Pilihannya pun jelas. Apakah ingin berbisnis secara tidak bermartabat—lewat tebaran ancaman dan ‘uang sogokan’ yang dikemas ke dalam bentuk kongkalikong dengan pihak berwenang? Atau, menawarkan ‘nilai’ yang tinggi―lewat solusi berbasis ilmu pengetahuan—atas problem nyata di masyarakat?
Jika yang kedua yang menjadi pilihan, (menawarkan ‘nilai’ yang tinggi―lewat solusi berbasis ilmu pengetahuan, maka bersiaplah untuk memasuki dunia inovasi. Inilah dunianya para penawar solusi, pemberi makna, dan para pengubah dunia!
