
JATENGINSIGHT.COM-Ada beragam cara memperingati Hari Pahlawan tahun ini sebagai upaya mengenang jasa-jasa para pahlawan bangsa. Sekelompok anak muda di Dusun Jagalan Desa Boja Kecamatan Boja menggelar kegiatan bertajuk “Pangeling” di Makam Pahlawan.
Acara “Pangeling” digelar oleh Karang Taruna Dusun Jagalan Sukarnen, pada Sabtu (09/11) malam di Makam Pahlawan Setyabhakti Boja di Jalan Pahlawan Boja. Diikui oleh puluhan tamu undangan dan warga di Kecamatan Boja. Acara tadi malam dimulai dari sambutan kepala Desa Boja, kemudian dilanjutkan dengan tabur bunga, tari traditional, musikalisasi puisi, wayang sejarah perjuangan, hingga pemutaran film dokumenter “Bodja 1947.”
Diketahui, Boja turut menyimpan kisah sejarah perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan. Tercatat, pada tahun 1947, terjadi peristiwa Agresi Militer Belanda I dan warga Boja melakukan perlawanan terhadap Belanda dengan taktik gerilya. Agresi Militer Belanda I adalah operasi militer yang dilakukan Belanda di Jawa dan Sumatera terhadap Republik Indonesia. Operasi ini berlangsung dari 21 Juli hingga 5 Agustus 1947.
Salah satu tokoh pejuang asal Boja yang terlibat dalam perlawanan tersebut adalah Soewandi. Soewandi merupakan anggota Divisi 24 Markas Medan Barat (MMB) sektor Boja. Soewandi meninggal dunia pada awal November 2024. Untuk mengenang jasa para pahlawan yang gugur dalam perjuangan di Boja, dibuatlah monumen tugu/ patung pahlawan di depan Gedung Eks Kawedanan Boja atau sekarang menjadi kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Boja.
Menurut Ketua Panitia, Ferdy Mahendra, acara ini bertujuan untuk mengingat perjuangan pahlawan yang telah berjasa memperjuangkan dan mempertahakan kemerdekaan RI di Boja.
“Harapannya, acara ini bisa diselenggarakan setiap tahun oleh warga boja untuk menggenang jasa para pahlawan dan tidak meninggalkan sejarah tanah kelahirannya,” ujarnya.
Sementara itu, Anton Rius, pegiat Perpustakaan Jalanan Boja yang turut hadir dalam acara, mengapresiasi apa yang dilakukan Karang Taruna Dusun Jagalan. Sebuah gelaran memorial memperingati Hari Pahlawan yang sangat edukatif. “Bukan hanya sekadar seremonial tahunan tetapi juga mengajarkan kembali bagaimana perjuangan para pahlawan dengan cara mengajak anak muda turut serta dalam sesi tabur bunga di pusara para pahlawan,” ujar Anton.
Meski demikian, Anton juga masih bersedih hati karena dirinya dan kawan-kawan di Boja baru saja kehilangan sosok pahlawan dan saksi sejarah peristiwa Agresi Militer I di Boja. “Meskipun yang sangat membuat sedih, kami baru saja kehilangan Bapak Soewandi pada awal bulan November ini. Beliau adalah salah satu saksi sejarah peristiwa agresi militer pasca kemerdekaan dan juga turut memberikan penuturan di film dokumenter “Bodja 1947,” tutur Anton yang juga dikenal sebagai penyair aliran Hip Hop ini.
Pada tanggal 10 November bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan Nasional. Tema Hari Pahlawan tahun ini, yakni “Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu.” Peringatan Hari Pahlawan bukan sekadar mengenang, tetapi juga menjadi sebuah moment yang tepat merefleksi diri, mengevaluasi dan bertanya pada diri sebagai warga negara, bukan apa yang telah kita dapatkan dari bangsa negara ini, tapi apa yang telah kita perbuat untuk bangsa dan negara yang kita cintai. Selamat Hari Pahlawan! Semoga kita mampu melanjutkan napas perjuangan para pahlawan dalam konteks menghadapi musuh bersama di era kekinian.
