Tradisi Ro’an di PP Askhabul Kahfi Polaman Semarang; Bagian dari Revitalisasi Pendidikan Berbasis Pemberdayaan & Tirakat Santri

Baca Juga

JATENGINSIGHT.COM – Tradisi ro’an di pondok pesantren dalam beberapa waktu belakangan mengemuka. Masyarakat yang masih awam dengan pesantren menganggap kegiatan ro’an atau kerja bakti merupakan aktivitas “eksploitasi” santri yang tak sepatutnya dilakukan  arena tugas mereka semata mengaji dan mencari ilmu.

Padahal, banyak makna yang terkandung dalam aktivitas ro’an. Cara pandang masyarakat modern yang menilai pendidikan sebatas aktivitas akademik di ruang kelas akan menilai bahwa ro’an, semata aktivitas fisik. Padahal, bagi dunia pesantren, kegiatan seperti ro’an, khidmah, dan tabarrukan adalah bagian integral dari sistem pendidikan yang telah mengakar kuat dalam sejarah Islam Nusantara.

Demikian disampaikan stakeholder Pondok Pesantren Askhabul Kahfi di Kelurahan Polaman Kecamatan Mijen Kota Semarang Jawa Tengah, Muhamad Rikza Saputro, baru-baru ini. Menurutnya, tradisi ro’an bukan hanya melatih kebersihan lahiriah, tetapi juga kebersihan hati.

“Santri yang terbiasa bekerja sama dan peduli lingkungan akan tumbuh menjadi pribadi yang rendah hati, disiplin, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Baca Juga:   Santri di Karanganyar Sambut Hangat Program MBG, Harapan dan Semangat Baru di Pesantren

Menurutnya, tradisi ro’an tak semata kegiatan fisik santri. Di ballik itu, ada dimensi spiritual bagi kalangan santri. Dalam laku ro’an, mengandung banyak makna, mulai dari tirakat santri, kepedulian, mengabdi tanpa pamrih, hingga keikhlasan.

“Sehingga, tradisi ro’an ini mesti dilihat dari perspektif yang luas, tidak hanya dari satu aspek semata. Di pesantren tak ada eksploitasi santri yang ada khidmah (pengabdian). Pesantren adalah sarana penggemblengan jiwa,” ujar Gus Rikza, panggilan akrab Muhamad Rikza Saputro.

Gus Rikza yang juga mengenyam pendidikan di pesantren bertahun-tahun menambahkan, khidmah dan tirakat bukan beban. “Tetapi, bekal agar kami kuat menghadapi kerasnya kehidupan,” tandasnya.

Ro’an: Sarana Pendidikan Karakter Santri

Sementara itu, Ahmad Nasrodin, Lurah Kampus 4 PP Askhabul Kahfi mengatakan, kegiatan ro’an di PP Askhabul Kahfi, ro’an  dilakukan seminggu sekali setiap hari Ahad. Semua santriwan-santriwati membersihkan area pesantren dengan khidmat dan tanggung jawab.

Baca Juga:  Prabowo Berikan 90.000 Hektare Izin Pemanfaatan Hutan untuk Konservasi Gajah Sumatra

“Tidak ada yang merasa terpaksa karena sudah menjadi kebiasaan di lingkungan pesantren,” ujarnya.

Menurut Ahmad Nasrodin, ro’an membuat sesama santri di lingkungan pesantren merasa satu keluarga besar.  “Tidak ada yang merasa lebih tinggi, semua bekerja bersama-sama dengan hati yang ikhlas,” katanya.

Dikatakan Nasrodin, tradisi ro’an menjadi cerminan semangat pesantren dalam revitalisasi pendidikan berbasis pemberdayaan. “Artinya, pembentukan karakter santri tidak hanya melalui pengajaran kitab, tetapi juga melalui kegiatan nyata yang membangun jiwa sosial dan kepemimpinan,” tuturnya.

PP Askhabul Kahfi (Aska) merupakan pesantren salaf yang dipadu dengan sekolah formal di Kota Semarang. Mulai dari jenjang SMP/MTS, SMK/MA, hingga Ma’had Aly Askhabul Kahfi dengan konsentrasi Ilmu Tafsir. Santrinya saat ini berjumlah sekira 3 ribu lebih dari berbagai daerah baik di Jawa maupun luar Jawa. Saat ini, PP Aska telah memiliki 4 kampus yang representatif dan terpisah antara kompleks putra dan putri. Di tengah berbagai upaya pengembangan lembaga pendidikan yang ditunjang dengan berbagai sarana dan prasarana, Ponpes Aska tetap bertekad mempertahankan ciri khas salaf-nya.

Baca Juga:  Jembatan Gantung Garuda Buka Jalan 1.500 Keluarga di Klaten, Bantu Petani hingga Anak Sekolah

Meski baru didirikan pada 2009, PP Aska yang diasuh oleh KH Masruchan Bisri ini telah meraih sejumlah prestasi yang membanggakan. Beberapa penghargaan itu antara lain: “Top Islamic Education 2021-2022”, “Tokoh Perubahan Pendidikan Islam Inspiratif dan Visioner Indonesia” untuk KH. Masruchan Bisri dan “The Most Admired Islamic Schools in Creating Superior Islamic Generations” yang diselenggarakan 7Sky Media Award 2021 di Bandung. Kemudian, Ponpes Askhabul Kahfi juga meraih gelar Ponpes terbaik tahun 2021, dalam kategori Trusted Islamic School and Recognized in Excellent Quality Programs of The Year 2021, di Yogjakarta dan Best Quality Education and Educator Awards 2021 yang diselenggarakan Indonesia Star Award Association (ISAA), dalam Anugerah Pendidikan Indonesia, di Jakarta. (her/tim)

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini