Gerakan Pangan Murah Digelar Serentak di 35 kabupaten/kota

Baca Juga

JATENGINSIGHT.COM – Menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi dan TPID kabupaten/kota se-Jawa Tengah menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 35 kabupaten/kota. Kegiatan ini bertujuan memastikan ketersediaan bahan pangan pokok bagi masyarakat dan keterjangkauan harga sekaligus menjaga stabilitas harga selama periode permintaan tinggi.

Kegiatan GPM dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S. St.M.K., Walikota dan Wakil Walikota Semarang, pimpinan OPD, serta anggota TPID lainnya. Sejumlah kepala daerah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Purwokerto dan Tegal, hadir melalui platform Zoom di kabupaten/kota masing-masing. Turut hadir pula Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan – Badan Pangan Nasional, Bapak Maino Dwi Hartono, S.TP., MP di Kabupaten Kebumen. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan sinergi dan komitmen bersama dalam menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas harga di Jawa Tengah.

Baca Juga:  Pemerintah Gabungkan 15 BUMN Logistik Jadi Satu Entitas, Target Selesai dalam Sebulan ke Depan

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah M. Noor Nugoho menyampaikan apresiasi kepada seluruh TPID kabupaten/kota, Bulog, BUMD pangan, pelaku usaha, dan mitra strategis atas kerja sama yang solid dalam menjaga stok pangan dan stabilitas harga, khususnya menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

“GPM ini merupakan langkah nyata agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan tenang tanpa melakukan pembelian berlebihan,” ujarnya

Ia  juga mengimbau masyarakat untuk belanja secara bijak sesuai kebutuhan, menghindari panic buying, karena pasokan pangan di Jawa Tengah dalam kondisi cukup dan terus dijaga oleh pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan.

Hingga februari 2026,  inflasi Jawa Tengah tercatat 0,76% (mtm), meningkat setelah pada Januari mengalami deflasi, dan tekanan terbesar bersumber dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, pada komoditas daging ayam ras, cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras. Hal ini menunjukkan perlunya pengendalian harga yang terkoordinasi secara end to end, mulai dari penguatan pasokan di hulu hingga distribusi dan ketersediaan di pasar.

Baca Juga:  Bangun Harapan dari Ketinggian, Satgas TMMD Dirikan Stager untuk Sempurnakan RTLH Warga

Strategi pengendalian inflasi yang diterapkan oleh Bank Indonesia bersama TPID meliputi empat langkah, atau strategi 4K: menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga melalui GPM dan operasi pasar, kelancaran distribusi agar stok tidak terganggu menjelang arus mudik, serta komunikasi efektif untuk menjaga ekspektasi masyarakat tetap terkendali.

Dalam Gerakan Pangan Murah kali ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai komoditas pokok, antara lain beras, daging ayam dan sapi, telur ayam ras, gula pasir, minyak goreng, bawang merah dan bawang putih, serta aneka sayuran dan buah-buahan.

Selain itu, pada stand khusus Bank Indonesia, masyarakat dapat membeli cabai rawit merah segar, cabai merah kering serta mocaf dengan menggunakan QRIS. Stand khusus tersebut dimaksudkan sebagai sarana edukasi untuk mendorong masyarakat untuk mengkonsumsi bahan alternatif pangan seperti cabai kering dan mocaf untuk mendukung pengendalian inflasi dari sisi permintaan.

Baca Juga:  Analis: Reformasi OJK Perkuat Transparansi, Pasar Modal RI Kian Menarik Investor Global

Transaksi menggunakan QRIS dimaksudkan untuk mendorong inklusivitas pembayaran nontunai dan meningkatkan pengalaman berbelanja. Langkah ini selain mempermudah masyarakat dalam bertransaksi, juga mendukung perluasan pemanfaatan QRIS di Jawa Tengah dan penguatan ekonomi digital di tingkat rumah tangga.

Sebagai bagian dari edukasi masyarakat, di akhir acara GPM diselenggarakan talkshow interaktif dengan narasumber dari Bank Indonesia, Dinas Pertanian dan Peternakan, serta Dinas Ketahanan Pangan. Talkshow ini mengangkat tema “Belanja Bijak Kunci Menjaga Stabilitas Harga”, yang memberikan tips praktis berbelanja, diversifikasi bahan pangan, dan menjaga stabilitas harga di rumah tangga.

Melalui sinergi yang solid antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, Bank Indonesia optimis inflasi Jawa Tengah dapat terjaga dalam rentang sasaran, daya beli masyarakat terlindungi, dan perekonomian daerah tetap tumbuh secara berkelanjutan.

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini