APBN Dorong Aktivitas Ekonomi Jateng

Baca Juga

JATENGINSIGHT.COM – Perkembangan Kinerja Fiskal Regional Kinerja pelaksanaan APBN di Jawa Tengah hingga 30 Juni 2025 menunjukkan hasil yang menggembirakan dengan capaian surplus anggaran sebesar Rp3,18 triliun.

Kepala Kanwil DJP Jawa Tengah I Nurbaeti Munawaroh mengatakan, pendapatan negara mencapai Rp53,4 triliun atau 41,21% dari target, didorong oleh kinerja kuat sektor Industri Pengolahan yang menjadi penopang utama penerimaan pajak.  Selain itu, kenaikan harga referensi CPO turut meningkatkan penerimaan Bea Keluar, sementara PNBP mencatatkan pertumbuhan signifikan berkat optimalisasi layanan umum.

Baca Juga:  ASN Diawasi Ketat Saat WFH Jumat, Pemerintah Pastikan Kinerja Tetap Terukur

“Capaian ini mencerminkan ketahanan dan daya dorong APBN terhadap aktivitas ekonomi di Jawa Tengah,” ujarnya

Di sisi belanja, realisasi Belanja Negara sebesar Rp50,22 triliun atau 46,82% menunjukkan upaya berkelanjutan pemerintah dalam menjaga kualitas belanja yang tepat sasaran.  Menurut Nurbaeti, meskipun terdapat dinamika efisiensi dan transisi kebijakan, penyaluran TKD telah realisasi Rp36,10 triliun, tumbuh 1,12% (yoy) sehingga menunjukkan tren positif dalam mendukung pembangunan daerah dan pelayanan publik.

Baca Juga:  Investasi Rp 497 T Masuk RI di Januari-Maret 2026, Ciptakan 627 Ribu Lapangan Kerja

“Hal ini menjadi bukti bahwa APBN hadir  sebagai instrumen yang adaptif dan responsif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Jawa Tengah,” ungkap Nurbaeti

Ia menambahkan, Kinerja APBD Jawa Tengah menunjukkan fondasi fiskal yang solid dengan capaian pendapatan daerah mencapai Rp53,92 triliun atau 47,63% dari target, mencerminkan pengelolaan yang sehat di tengah dinamika ekonomi. Kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang telah mencapai Rp16,02 triliun serta Transfer ke Daerah (TKD) yang mendominasi struktur pendapatan sebesar 66,97% turut memperkuat kapasitas fiskal daerah.

Baca Juga:  Kumpulkan Pelaku Industri Plastik, Pemerintah Komitmen Jaga Stabilitas Pasokan Nasional

“Dari sisi belanja daerah, realisasi berjalan secara bertahap dan menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga ritme pelaksanaan anggaran yang terukur dan berkualitas. Dengan surplus anggaran sebesar Rp14,14 triliun, terdapat potensi besar untuk mendorong program prioritas dan pelayanan publik yang lebih optimal dalam enam bulan ke depan,” pungkasnya

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini