JATENGINSIGHT.COM – Masyarakat didorong untuk membudidayakan mengkonsumsi cabai kering dan pasta bawang untuk kebutuhan sehari – hari. Hal ini dilakukan mengingat dua komoditas ini masih menjadi penyumbang inflasi di Jawa tengah.
Hal itu diungkapkan sekretaris daerah Provinsi Jawa tengah, Soermarno di sela kegiatan peringatakan hari korpri di Halaman kantor Gubernur Jawa Tengah, minggu (17/11)
Menurutnya kendati produksi cabai dan bawang merah diwilayah ini mengalami surplus, namun harga sering naik turun, karena masalah waktu dan kebutuhan masyarakat.
“Problemnya adalah masalah waktu panen dan kebutuhan. Kalau bicara kebutuhan kan sepanjang tahun, sedangkan panen di bulan-bulan tertentu. Untuk bisa dikonsumsi di bulan yang lain, salah satunya adalah membuat bawang dan cabai lebih awet, yaitu dikeringkan untuk cabai dan bawang dibuat pasta,” kata Soemarno
Untuk itu pemerintah provinsi bersama Bank Indonesia terus melakukan sosialisasi agar masyarakat bisa mengkonsumsi cabai kering dan bawang dalam bentuk pasta. Menurut Soermarno, jika hal itu terwujud maka harga cabai maupun bawang di tingkat petan akan stabil dan menjaga inflasi.
“kalau ini bisa dijalankan, maka pengendalian inflasi bisa lebih dilakukan, juga berpihak kepada petani lantaran harga stabil. Termasuk saat panen, harga di petani juga tidak hancur. Apalagi dari pihak Bank Indonesia (BI), yang turut membantu dalam hal alat pengolahan cabai biar awet,” ungkapnya
Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra menyampaikan, pihaknya berupaya membantu Pemprov Jateng soal ketersediaan bawang dan cabai dari sisi hulu maupun sisi hilir. Dari sisi hulu, kapasitas petani dan produksi ditingkatkan.
“Kan enggak setiap bulan panen, untuk menjaga pas masa surplus itu bisa berguna, tidak busuk maka dilakukan hilirisasi berupa cabai kering dan pasta bawang merah. Itu untuk supaya tersedia setiap bulan. Ketika musim tanam, mau cabai masih ada tapi bentuknya tidak segar tapi diawetkan,” kata Rahmat
Rahmat menambahkan, masyarakat bisa membiasakan diri mengonsumsi cabai maupun bawang merah yang telah diawetkan dalam bentuk lain baik bentuk pasta maupun kering. Pihaknya telah membantu beberapa alat pengolahan produksi yang bila nanti untung maka akan direplikasi di mana-mana.
“Tadi ada sekitar 10 kelompok petani yang dibantu alat produksi atau alat pengolahan seperti berasal dari Kabupaten Semarang, Temanggung, Wonosoboi Magelang dan daerah penghasil pangan,” ujarnya.
