JATENGINSIGHT.COM – Sebagai upaya mendukung stabilitas harga beras jelang natal dan tahun baru, Perum Bulog Jawa Tengah akan kembali menyalurkan bantuan pangan beras sebesar 35.832 ton pada bulan desember 2024 ini. Dari jumlah tersebut sebanyak 23.559,660 kilogram telah disalurkan ke lebih dari 2 juta keluarga penerima manfaat (KPM).
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jateng, Sopran Kenedi mengatakan, masing – masing penerima bantuan pangan mendapatkan alokasi sebesar 10 kilogram beras.
‘’Saat ini sedang disalurkan bantuan pangan terakhir untuk bulan desember dan telah tersalurkan sebanyak 23.559,660 kilogram dari alokasi 35.832ton,’’ ujarnya kepada awak media jumat (6/12)
Sopran mengatakan, dengan penyaluran bantuan pangan ini, maka masyarakat yang menjadi sasaran pemberian bantuan tidak perlu melakukan pembelian beras di pasar umum. Dengan demikian harga beras di pasar tidak berfluktuasi dan menyebabkan tekanan terhadap inflasi.
‘’Kita berharap penyaluran bisa berjalan lancar sampai tingkat rumah tangga. Artinya masyarakat kita yang menjadi sasaran tidak perlu membeli beras dipasar umum sehingga harga tidak berfluktuasi dalam artian inflasinya tidak berpotensi naik,’’ ujar Sopran
Penyaluran bantuan pangan kata Sopran sejauh ini cukup mampu menekan laju harga beras di pasaran. Hal ini terbukti selama penyaluran bantuan pangan pada bulan Agustus dan oktober harga beras di pasaran relatif cukup stabil kendati masih tinggi.
‘’Setiap bulan – bulan ada bantuan pangan, harganya harganya relatif terjaga dan inflasinya turun. Sebagai contoh agustus dan oktober kita lihat relatif terjaga, tetapi september sedikit alami kenaikan,’’ ujarnya
Sopran menambahkan, sepanjang Januari hingga oktober 2024 bantuan pangan telah teralisasi sebesar 100 persen dari alokasi yakni sebesar 286.665 ton. Menurutnya Jumlah penerima bantaun pangan secara nasional untuk tahun 2025 mendatang mengalami penurunan dari sekitar 22 juta keluarga penerima manfaat menjadi 16 juta penerima bantuan.
‘’program yang tahun 2025 kita baru terinfo akan dilaksanakan dua bulan alokasi dulu untuk pendistribusiannya. Dengan ada penurunan KPM (keluarga penerima manfaat) dari 22 juta menjadi 16 juta, namun kita belum dapat floatingnya dari Jawa tengah berapa, ‘’ pungkasnya
