JATENGINSIGHT.COM – Keberadaan jasa pengiriman atau ekspedisi sangat berperan bagi perkembangan bisnis usaha kecil mikro menegah (UMKM). Melalui jasa pengiriman, UMKM dapat memperluas peluang pasar dan meningkatkan jangkauan penjualan.
Hal itu yang dirasakan oleh Budi Turmoko dan Ryan Muhammad, kakak beradik pemilik PT.Moko karya bersama, perusahaan manufaktur pakaian dan tekstil premium asal semarang. Sejak berdiri tahun 2012 lalu, perusahaannya langsung memilih JNE untuk mengirimkan produk – produknya ke konsumen, mengingat jangkauannya yang luas.
“ Kita pakai JNE dari awal. awal kita dulu dating kirim ke JNE nya dan sekarang kita di pick up oleh JNE. Kita percaya karena JNE secara sudah puluhan tahun dipercaya oleh masyarakat Indonesia,” ujar Ryan
Selain jangkauan JNE yang luas sehingga mampu mengirim produknya hingga ke pelosok, pemilihan JNE sebagai mitra ekspedisi dikarenakan keamanannya yang terjamin serta jaminan ketepatan waktu pengiriman.
“Barangnya tidak pernah keliru, tidak pernah hilang dan pengirimannya tepat waktu. Kita kirim bisa sampai ke papua,” ungkap Ryan
Ryan mengatakan , dalam sebulan pihaknya bisa mengirimkan sebanyak sepuluh ribu pieces produk baik didalam maupun diluar negeri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 persen produk dikirim keluar negeri seperti Malaysia, Timor leste, singapura, Taiwan, Oman dan negara – negara eropa.
“Setiap bulannya kami kirim sebanyak 70 persen pengiriman menggunakan JNE, sementara sisanya baru pakai ekspedisi lainnya,” ujar Moko
Perjalanan binis Moko bersaudara tidak mudah, mengingat mereka berangkat dari modal yang minim. Untuk mendapatkan modal usaha, Moko harus menjual vespa miliknya sehara Rp.5 juta rupiah untuk membeli dua buah mesin jahit.
“Awalnya kami modal 5 juta dengan jual vespa untuk beli dua alat jahit. Dan satu alat jahit dibeli kredit,” ungkap Ryan
Selanjutnya dana tersebut digunakan untuk membeli bahan material dan merekrut orang – orang yang memiliki kemampuan dalam bidang konveksi dengan kualitas bagus. Mengingat mereka telah menetapkan segmen yang disasar saat itu merupakan segmen premium.
“Dari sejak awal memang kita memilih segmen menengah keatas untuk pasarnya. Jadi kita rekrut orang yang bisa menjait sesuai dengan ketentuan dan kualitas dari kita,” ujar Ryan
Perlahan tapi pasti, kedua bersaudara ini melakukan door to door untuk memasarkan produk – produk mereka ke perusahaan – perusahaan. Banyak penolakan didapat, tapi tekad untuk mengembangkan usaha tidak pernah padam.
“Tadinya perusahaan – perusahaan itu menolak produk kita. Tapi sekarang mereka datang ke kita. Pemasaran door to door terus media social seperti facebook dan Instagram waktu itu” Kata Ryan

Usaha yang tadinya dimulai dari ruangan 3×3 m2, saat ini rumah produksi Moko telah menempati lahan seluas hampir 2.000 m2. Moko mengatakan, pihaknya tetap mengedepankan kualitas baik bahan dan desain yang inovastif pada produk – produknya.
“orang mungkin bisa meniru desain, atau gaya tapi mereka tidak bisa meniru komposisi bahan yang kita miliki,” juar Moko
Dalam mengembangkan usahanya, Moko bersaudara juga melibatkan warga sekitar dengan harapan membantu perekonomian mereka. Saat ini terdapat sekitar seratus orang pekerja, baik yang bekerja di rumah produksi, maupun yang bekerja secara mandiri di rumah.”
“Sekitar 60 persen dari pekerja warga sekitar sini. kita menyebutnya tentakel bisnis, jadi mereka kerjakan bahan di rumah sesuai dengan standar kami, kemudian disetor seminggu sekali,” ungkapnya
Kedepan Moko berharap perusahaannya mampu berkembang menjadi brand ternama di Indonesia. Ia yakin , produk – produk dalam negeri tidak kalah kualitasnya dibandingkan dengan brand – brand luar negeri.
“Cita – citanya kami bisa jadi brand nomor satu di Indonesia, karena kita tidak kalah dengan brand – brand dari luar neger,” pungkasnya.
Sementara itu Branch Manager JNE Semarang, Wahyu Sangerti Alam mengatakan, JNE memiliki layanan khusus untuk mendukung UMKM layanan fulfillment service. Sistem ini menangani seluruh operasional pemenuhan pesanan e-commerce, mulai dari penerimaan stok barang, penyimpanan di gudang, pengemasan, hingga pengiriman ke pelanggan. Layanan ini bertujuan mempercepat proses distribusi dan membebaskan pebisnis dari kerumitan operasional harian.
“ Layanan fulfillment service dimana JNE menyediakan fasilitas pergudangan, sistem stock hingga pengiriman bagi UMKM dengan biaya yg sangat terjangkau dan free trial,” ujarnya
Di wilayah Semarang sendiri JNE memiliki 100 lebih armada dan 600 orang untuk melayani pengiriman dari konsumen.
