BI Optimis Pertumbuhan Ekonomi Jateng Tahun 2026 Capai 5,7 Persen

Baca Juga

JATENGINSIGHT.COM – Plh. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Nita Rachmenia, menyampaikan bahwa di tengah ketidakpastian global perekonomian Jawa Tengah tetap tumbuh solid.

Pada triwulan III 2025, ekonomi Jawa Tengah tumbuh 5,37 persen (yoy), meningkat dari 5,28 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya dan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional sebesar 5,04 persen (yoy).

“Capaian ini mencerminkan fundamental ekonomi Jawa Tengah yang kuat yang didukung oleh sinergi erat antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Bank Indonesia, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga momentum pertumbuhan,” ujarnya

Disamping itu, realisasi investasi Jawa Tengah hingga September 2025 mencapai Rp66,13 triliun, menunjukkan kuatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha daerah yang kompetitif dan produktif.

“Melalui platform KERIS Jateng, kolaborasi penguatan investasi diproyeksikan terus berlanjut untuk mendorong transformasi sektor industri pengolahan, tekstil, alas kaki, furnitur, makanan & minuman, pariwisata, hingga energi terbarukan,” kata Nita

Baca Juga:   B50 Berlaku 1 Juli 2026, Negara Bisa Hemat Subsidi hingga Rp48 Triliun

Sinergi erat antara TPID, Bank Indonesia, dan pemerintah daerah juga menjaga inflasi Jawa Tengah tetap berada dalam rentang sasaran 2,5 ± 1 persen. Selain itu, Jawa Tengah terus memperkuat ekosistem ekonomi digital dan sistem pembayaran, yang kini didukung lebih dari 8,09 juta pengguna QRIS serta hampir 1 miliar transaksi non tunai hingga Oktober 2025.

Sementara itu perekonomian Jawa Tengah 2026 menurut Nita diproyeksikan tumbuh pada kisaran 4,9 – 5,7 persen dengan inflasi yang tetap terjaga. Jawa Tengah menyambut prospek positif ini dengan tetap mewaspadai sejumlah risiko global  yang dapat memengaruhi stabilitas harga dan aktivitas produksi.

“Di tengah tantangan tersebut, kolaborasi dan sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah serta menjaga momentum pertumbuhan,” Ujarnya

Baca Juga:  Kemlu: 32 WNI Berhasil Dievakuasi dari Iran, Sebagian Kini Sudah Tiba di Indonesia

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jawa Tengah, Agus Prasutio  menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Bank Indonesia, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas perekonomian daerah.

“Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sebesar 5,37 persen serta realisasi investasi sebesar Rp66,13 triliun (hingga September 2025) mencerminkan fundamental ekonomi yang kuat. Penguatan UMKM, percepatan digitalisasi, dan pengendalian inflasi pangan secara end-to-end yang dilakukan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan ekonomi Jawa Tengah bertujuan untuk mendorong perekonomian agar berdaya tahan tinggi, tumbuh lebih inklusif dan hijau” ujarnya

KPwBI Provinsi Jawa Tengah akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah daerah, otoritas terkait, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas dan mendorong produktivitas ekonomi regional. Upaya ini diwujudkan melalui pendalaman ekosistem digital, penguatan pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan, serta dukungan terhadap transformasi sektor-sektor strategis di Jawa Tengah.

Baca Juga:  Sidak Ke Karanganyar, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Himbau Masyarakat Gunakan LPG secara Bijak

Dengan langkah tersebut, Jawa Tengah diharapkan dapat terus memainkan peran sebagai penumpu pangan dan industri nasional sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi domestik. Dalam PTBI 2025, Provinsi Jawa Tengah meraih penghargaan sebagai TPID Provinsi Berkinerja Terbaik 2025 untuk kawasan Jawa-Bali. Kemudian PTBI 2025 di Jawa Tengah dirangkaikan dengan pemberian apresiasi sebagai bentuk penghargaan kepada para mitra strategis yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kebijakan Bank Indonesia di daerah. Penghargaan diberikan kepada pemerintah daerah, lembaga keuangan, Penyedia Jasa Pembayaran (PJP), Penyelenggara Jasa Pengelolaan Uang Rupiah (PJPUR), korporasi, komunitas, media, serta pelaku usaha termasuk UMKM yang dinilai berperan aktif dalam menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan, memperkuat ekosistem sistem pembayaran, mendorong pengembangan UMKM dan ekonomi keuangan syariah, s

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini