JATENGINSIGHT.COM – Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) secara sistematis, efisien, dan profesional guna memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa
Wakil Ketua Komisi A Mukafi Fadli menekankan,BUMDes jangan selalu distigma hanya sebagai tempat wisata dan restoran.
“Harus ada pola baru yang sistematis dan efisien agar program desa wisata dan pemberdayaan benar-benar berkelanjutan,” ujar legislator asal PKB itu disela kunjungan ke Balai Desa Ponggok, yang berada di Kecamatan Polanharjo, Klaten, baru – baru ini.
BUMdes Ponggok sendiri merupakan salah satu desa paling maju di kabupaten Klaten, bahkan memberikan bantuan bagi masyarakat sekitar lewat berbagai program corporate social responsibility.
Sementara itu Kepala Desa Ponggok, Jamaluddin Mulyono, dalam paparannya menjelaskan bahwa BUMDes Tirta Mandiri Ponggok berdiri sejak 2009 dan kini mengelola 11 unit usaha, meliputi pariwisata air, persewaan gedung, hingga restoran. Keberhasilan tersebut, katanya, tidak lepas dari tata kelola yang profesional dan berbasis musyawarah desa.
“Kami memaksimalkan potensi air sebanyak 15.000 liter per detik untuk kesejahteraan warga. Salah satu program sosial kami adalah ‘satu rumah satu mahasiswa’, berupa beasiswa Rp500 ribu per bulan,” jelas Jamaluddin.
Kepala Dispermades Klaten, Wahyuni Sri Rahayu, menyampaikan bahwa dari 391 desa di Klaten, seluruhnya telah memiliki BUMDes. Namun baru 13 BUMDes yang masuk kategori maju, salah satunya Ponggok.
“Kami terus melakukan pembinaan agar alokasi 20 persen dari dana desa benar-benar dapat memperkuat BUMDes. Selain itu, kami juga menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi untuk mendorong inovasi sesuai potensi masing-masing desa,” ujarnya.
