Wisata Mangrove Edupark Tambakrejo, Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Pesisir Semarang

Baca Juga

JATENGINSIGHT.COM – Banjir dan rob masih menjadi masalah  kota Semarang yang menganggu kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat. Sebagai salah satu Langkah untuk ikut mengatasi masalah tersebut, pertamina sejak tahun 2018 lalu telah melakukan pendampingan pembangunan wisata Mangrove edupark Tambakrejo.

Milasania Shintadewi selaku Pengelola Community Development PT Pertamina Patra Niaga RJBT mengatakan  pengembangan wisata Mangrove edupark Tambakrejo dilakukan bersama kelompok camar. Pihaknya memberikan bantuan pendampingan, edukasi serta pelatihan pengembangan produk makanan. 

Baca Juga:  Bupati Kendal Serahkan Sapi Kurban Bantuan Presiden ke Masjid Al Hidayah Rowosari Boja

“ Untuk itu kami pada waktu itu masuk memberikan bantuan dan bimbingan berupa program  pendampingan masyarakat bantuan kesekretariatan kepada kelompok camar yang mengelola hutan mangrove,” ujarnya

Melalui pendampingan tersebut, kawasan mangrove yang mencapai kurang lebih dua hektar kemudian dilengkapi dengan berbagai sarana seperti darea  jogging track serta pondok untuk edukasi masyarakat.

Baca Juga:  Masjid Al Hidayah Rowosari Meteseh Boja Terima Hewan Kurban Sapi Simmental dari Presiden Prabowo Subianto

“kita kembangkan jogging track sehingga wisatawan dijemput  dengan kapal, kemudian bisa keliling  untuk melihat hutan  mangrove dengan jogging track,” ungkapnya

Pengembangan wisata mengrove edupark ini banyak menarik minat pengunjung, bukan hanya dari kalangan masyarakat umum tetapi juga siswa dan mahasiswa.

“Banyak sekali pengunjung yang datang karena kita Kerjasama juga dengan kampus dan sekolah untuk memberikan edukasi kepada mereka,” ujarnya

Baca Juga:  Ekspektasi Konsumen Terhadap Perekonomian Jawa Tengah Masih Kuat

Tingginya minat pengunjung wisata tentuna berdampak pula dengan ekonomi masyarakat disekita wisata mangrove edupark. Pasalnya para wisatawan yang datang juga membeli produk hasil diantarnya berupa kripik mangrove.

“ Sebagian dari mereka juga nelayan dan wilayahnya sering rob, sehingga pendapatannya terbatas. Jadi dengan adanya ketrampilan ini bisa membantu ekonomi mereka sekarang,” kata Milasania

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini