Meriahnya Lomba Memasak  di Meteseh Boja, Hadirkan Juri Alumnus Master Chef Indonesia

Baca Juga

JATENGINSIGHT.COM-Suasana lomba memasak ibu-ibu di Kampung Slamet Desa Meteseh Kecamatan Boja Kabupaten Kendal Jawa Tengah tampak tak seperti biasa. Jika lazimnya ibu-ibu berpenampilan seadanya, kini mereka mematutkan ala seorang juru masak atau chef profesional. Bahkan, ada kelompok ibu-ibu yang menggunakan toque blanche atau topi chef.

Ya, mereka sedang mengikuti perayaan “tujuhbelasan” Lomba memasak untuk ibu-ibu bertajuk “Kampung Slamet Memasak” yang diselenggarakan PT Cocok Grup Mabruk (CGM) Desa Meteseh Boja Kendal, Minggu (16/08). Tak main-main, penyelenggara menghadirkan Malrani Ayu Oktavia atau Chef Malrani, Top 10 MasterChef Indonesia Season 12. Kini Chef Malrani merintis usaha kuliner “Sego Bebek Mbak Mal” dengan menu andalan Bebek Jiteng di Boja.

Dalam pelaksanaan lomba, penyelenggara juga membuat aturan ala kompetisi MasterChef Indonesia di TV swasta nasional. Tiap peserta diberi durasi memasak selama 1 jam. Lomba dibagi dalam 2 kategori yakni masakan asin dan manis. Sebelumnya, peserta juga diberi bahan utama masakan. Bahan kategori asin yakni daun singkong, daging ayam, telur, tempe, dan brokoli. Sementara untuk kategori manis, berbahan utama, labu.

“Lima belas menit lagi,” begitu ujar Chef Malrani di sela-sela berkeliling mengamati 4 kelompok yang turut serta. Keempat kelompok tersebut merupakan perwakilan dari 4 RT yang ada di Kampung Slamet.

Setelah durasi waktu memasak habis, perwakilan satu persatu kelompok dipanggil maju ke depan untuk presentasi singkat perihal menu makanan yang dibuat. Usai presentasi, Chef Malrani kemudian mencicipi serta bertanya perihal masakan peserta lomba. “Masakan ini enak, tapi kurang kreatif penyajiannya. Harus diperhatikan. Enak saja tak cukup, mesti disajikan dengan bersih dan kreatif.” begitu salah satu komentarnya pada peserta di meja penjurian.

Baca Juga:  Cara Pantau Penggunaan Listrik Lewat Kode Singkat

Setelah proses penjurian selesai, hasil penyaji terbaik kemudian diumumkan Chef Malrani. Kategori Asin: Juara I diraih RT 04, Juara II RT 03, Juara II RT 02, dan Juara IV RT 01. Sementara Kategori Manis: Juara I diraih RT 03, Juara II RT 02, Juara III RT 04, dan Juara IV RT 01. Masing-masing juara memperoleh hadiah tropi, uang pembinaan, sarung, dan bingkisan.

CEO PT Cocok Grup Mabruk (CGM), Dr Muhamad Rikza Saputro bersama Neng Faiza Alya Aziza, Chef Malrani, dan Bu Kadus Slamet Pujiati, menyapa peserta “Kampung Slamet Memasak,” Minggu (16/08). (Foto Dok. Heri C Santoso)

Hadirkan Master Chef untuk Motivasi

CEO PT Cocok Grup Mabruk, Dr Muhamad Rikza Saputro, menyampaikan, tujuan menghadirkan juri dari MasterChef Indonesia ini tidak hanya sekadar memeriahkan lomba, tetapi agar peserta mendapatkan pengalaman dan penilaian dari orang yang profesional di bidang kuliner.

“Harapannya, Ibu-ibu tidak hanya pulang membawa hadiah, tetapi juga membawa ilmu, motivasi, kepercayaan diri, dan inspirasi untuk mengembangkan masakannya menjadi sesuatu yang bernilai,” ujar Gus Rikza, panggilan akrab Muhamad Rikza Saputro di sela-sela acara.

Gus Rikza yang juga salah satu pengurus PP Askhabul Kahfi Polaman Mijen Semarang mengungkapkan dirinya senang melihat antusiasme yang luar biasa dari warga Dusun Slamet. Warga yang terdiri dari anak-anak, remaja, dewasa bahkan lansia antusias menonton sejak awal hingga akhir acara.  

Baca Juga:  Dukung UMKM, JNE Berikan Promo Ongkir Mulai 2.000/kg ke seluruh Pulau Jawa Hingga September

“Ini event lomba masak pertama kali yang kami selenggarakan. Ternyata, potensi memasak Ibu-Ibu tidak kalah dengan orang-orang kota,” ujar penggemar Tim Arsenal ini.

Yang lebih membuat bahagia, lanjut Gus Rikza, kegiatan lomba masak dengan menghadirkan Master Chef ini juga mampu mewujudkan  silaturrahim, kerja sama, kekompakan antarwarga.

“Ini sesuai dengan spirit peringatan HUT ke-81 RI, menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur,” imbuh peraih gelar doktor dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Ajak Warga Isi Kemerdekaan dengan Karya Nyata

Gus Rikza menambahkan, dalam momentum peringatan tujuhbelasan tahun ini, ia mengajak warga mengisi kemerdekaan dengan karya nyata dan berampak.  “Mari kita isi kemerdekaan dengan karya dan kebermanfaatan,” tutur kepala MTs Askhabul Kahfi ini.  

Kepada ibu-ibu peserta lomba, Gus Rikza berpesan, jangan melihat kegiatan  hanya sebagai perlombaan. Ia berharap, peserta semakin percaya diri ketika memiliki kemampuan, kreativitas, dan potensi.

“Jangan berhenti berkarya. Kalau dari dapur bisa lahir makanan yang enak, maka dari tangan ibu-ibu juga bisa lahir ekonomi keluarga yang lebih kuat. Syukur alhamdulillah bisa tumbuh  atau menjadi inspirasi UMKM,” harapnya.

Kepada masyarakat secara umum, lanjut Gus Rikza, kemerdekaan jangan hanya  dirayakan dengan upacara dan perlombaan. “Kemerdekaan harus kita isi dengan kemandirian, gotong royong, kepedulian, dan kesempatan untuk maju bersama,” tandasnya.

Baca Juga:  Wali Kota Agustina Siapkan Generasi Muda Tangguh Hadapi Era Global, Dorong Kader HMI Jadi Pemimpin dan Pencipta Lapangan Kerja

Berharap Ada Lagi Kontes Masak

Sementara itu, Dwi Kiswati, salah satu peserta mengatakan, merasa tertantang mengikuti Lomba Masak. Ini menjadi pengalaman luar biasa karena pertama kalinya mengikuti lomba masak.

“Yang bikin senang sekaligus terharu bisa ketemu chef idola-nya. Kebetulan saya juga selalu menonton Master Chef Indonesia Session 12 yang ada Chef Malrani,” kata Dwi, peserta dari RT 04 yang meraih juara III kategori Manis bersama: Nurul Hidayah, Siyami, dan Yuli.

Dwi juga bercerita, entah karena apa, timnya sempat mengulang saat memasak menu yang disiapkan timnya. Hal itu, dipicu salah takaran saat menimbang tepung beras.

“Mestinya tepung takarannya 90 gram malah dikasih 900 gram. Akhirnya, ndak jadi dan mulai dari nol lagi, padahal sudah 15 menit berlalu. Tapi, akhirnya, bisa selesai sebelum waktu habis. Lega.” Kenang Dwi, sambil tersenyum.

Tak lupa, Dwi menyampaikan terima kasih pada PT Cocok Grup Mabruk yang telah berinisiatif menyelenggarakan lomba ini. Tak hanya bagi dirinya. Lomba ini menjadi pengalaman tak terlupakan bagi peserta serta ibu-ibu di dusunnya. “Moga tahun depan ada lagi kontes masak. Lebih meriah,” ujarnya. (her/tim)

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini