Pemerintah Percepat Pengembangan Papua Selatan Jadi Lumbung Pangan Nasional

Baca Juga

JATENGINSIGHT.COM – Pemerintah terus mempercepat pengembangan Papua Selatan sebagai lumbung pangan nasional melalui pembangunan kawasan pertanian modern berskala besar. Berbagai dukungan mulai dari pembukaan lahan atau cetak sawah, penyediaan alat dan mesin pertanian, hingga pembangunan infrastruktur pascapanen disiapkan untuk meningkatkan produksi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa, salah satu program, yaitu cetak sawah dijalankan dengan mengedepankan kepentingan masyarakat dan seluruh lahan tetap menjadi milik petani.

“Program cetak sawah ini merupakan aspirasi masyarakat dan seluruh lahannya tetap menjadi milik masyarakat,” ujar Amran, dalam keterangannya, Minggu (5/7).

Baca Juga:  Jelang MTQ Nasional XXXI, Wali Kota Agustina Teguhkan Semarang Kota Religius Berakar pada Warisan Sunan Pandanaran

Saat ini, Papua Selatan menjadi episentrum pengembangan kawasan pangan baru nasional.  Pemerintah telah mengembangkan 83.030 hektare lahan cetak sawah dan 54.399 hektare optimalisasi lahan di seluruh Tanah Papua.

Dari total tersebut, Papua Selatan menjadi wilayah pengembangan terbesar dengan 48.934 hektare lahan cetak sawah dan 53.499 hektare optimalisasi lahan atau hampir 100 ribu hektare kawasan produksi pangan yang dipersiapkan sebagai lumbung pangan masa depan Indonesia.

Untuk mempercepat pengembangan kawasan tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,3 triliun pada 2026.

Baca Juga:  Qodari Sebut B50 Jadi Program Strategis Jaga Ketahanan Ekonomi dan Energi RI

Anggaran tersebut digunakan untuk membangun berbagai sarana dan prasarana pertanian, mulai dari penyediaan benih unggul, alat dan mesin pertanian (alsintan), pembangunan Rice Milling Unit (RMU), dryer, gudang penyimpanan, hingga infrastruktur pendukung lainnya.

“Pemerintah hadir memberikan dukungan melalui pembangunan infrastruktur, alat dan mesin pertanian, benih, pendampingan, hingga menjamin hasil panen petani terserap dengan harga yang menguntungkan sesuai arahan Presiden,” kata Mentan.

Pengembangan kawasan ini menjadi bagian dari transformasi menuju sistem pertanian modern yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi usaha tani.

Baca Juga:  Indonesia Akan Ekspor Beras Di Tengah Penurunan Produksi Pangan Dunia

Di Merauke, penerapan teknologi pertanian seperti traktor, drone pertanian, rice transplanter, combine harvester, dan berbagai peralatan modern lainnya mulai menunjukkan hasil yang positif.

Pemanfaatan teknologi tersebut berhasil meningkatkan produktivitas gabah yang sebelumnya sekitar 3 ton per hektare menjadi 4 hingga 7 ton per hektare. Selain itu, indeks pertanaman yang saat ini telah mencapai dua kali tanam per tahun ditargetkan meningkat menjadi tiga kali tanam agar produksi pangan nasional terus bertambah secara berkelanjutan.

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini