Hilirisasi Kelapa Buat Negara Hemat Rp.2.400 Triliun

Baca Juga

JATENGINSIGHT.COM – Pemerintah terus menggenjot hilirisasi dan kali ini pada komoditas kelapa. Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan potensi devisa terhadap permintaan komoditas tersebut mengalami peningkatan hingga mencapai Rp 2.400 triliun per Tahun.

Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti rapat terbatas swasembada pangan, hiilirisasi di Istana Merdeka, Jakarta Kamis (9/10).

“Kemudian rencana kita hilirisasi kelapa ini tidak dijual gelondongan ke luar negeri, yang total volumenya 2,8 juta ton. Kemudian kita hilirisasi nanti itu dari kelapa dalam menjadi coconut milk. Jadi ini visinya, harganya bisa naik 100 kali lipat. Kalau 100 kali lipat kita hitungan rata-rata saja, itu bisa menghasilkan 2.400 triliun,” ujarnya.

Baca Juga:  Investasi Masuk RI Capai Rp 498,8 T di Triwulan I 2026, Buka 706 Ribu Lapangan Kerja

Amran mengatakan seluruh kelapa yang di ekspor ke seluruh dunia berpotensi menghasilkan keuntungan sangat besar. Menurutnya, dengan hilirisasi yang tepat dan pengolahan di dalam negeri, nilainya bisa meningkat.

“Katakanlah separuh saja, kali lima puluh, itu menghasilkan 1.200 triliun devisa, itu baru kelapa. Ada yang menarik, gambir, juga kita rencana hilirisasi, kita mensuplai dunia 80 persen gambir. Bisa jadi tinta untuk pemilu, bisa untuk sirih, bisa untuk sampo, dan seterusnya. Nah, mimpi kita adalah seluruh bahan baku yang kita ekspor ke seluruh dunia, termasuk CPO, kita hilirisasi,” ucapnya.

Baca Juga:  Seminar Nasional BPD: Peran Strategis BPD di Tengah Penurunan TKD

Lebih lanjut, Amran menegaskan potensi hilirisasi kelapa ini membuka lapangan pekerjaan baru, sehingga peningkatan kesejahteraan bisa terwujud dengan pemanfaatan hilirisasi sumber daya yang tepat.

“Khusus yang dikuasai pemerintah, sawit dikuasai pemerintah, kita hilirisasi dari TBS, tandan buah segar, menjadi FAME atau biofuel, kemudian menjadi minyak goreng, kemudian menjadi margarin atau mentega. Value added-nya harus ada di Indonesia. Nah kalau ini kita lakukan terus-menerus, membuka lapangan kerja, menekan kemiskinan, kemudian meningkatkan kesejahteraan, kemudian mengurangi pengangguran,” tegasnya.

Baca Juga:  Menkeu Purbaya: IMF, Bank Dunia, dan Lembaga Investor Global Nilai Positif Kebijakan Fiskal Indonesia

Dengan hilirisasi, Amran mendorong pengembangan industri dalam negeri, sehingga Indonesia tidak lagi bergantung pada komoditas mentah dan memiliki posisi tawar yang kuat di pasar global.

“Inilah mimpi-mimpi besar kita sektor pertanian. Setelah pangan kita amankan, insya Allah tahun ini aman, kemudian kita bergerak ke perkebunan dan hortikultura, nanti bergerak terakhir di peternakan,” pungkasnya.

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini